[FOTO ESAI] Kaki Palsu, Langkah ke Depan Penyandang Tuna Daksa

Fotografer Sopian

[FOTO ESAI] Kaki Palsu, Langkah ke Depan Penyandang Tuna Daksa

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai mahkluk yang paling sempurna. Namun ada kalanya karena sesuatu hal, manusia kehilangan kesempurnaan dilihat dari sisi jasmani atau fisiknya.

Mempunyai bagian tubuh yang tidak sempurna karena kondisi cacat sejak lahir, penyakit ataupun kecelakaan, bukanlah pilihan bagi seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Kehilangan bagian tubuh pada kaki ataupun tangan merupakan kondisi dimana kita harus bisa menerima kehendak Tuhan, bukan untuk menyesali keadaan yang terpuruk dan berputus asa.

Kehidupan harus tetap berjalan apapun kendalanya. Dengan semangat yang sudah dimiliki, anggota tubuh buatan bisa menjadi alternatif untuk menambah gairah menjalani hidup tanpa ada hambatan atau pembatas lagi.

Untuk itu Yayasan Peduli Tuna Daksa di kawasan Sunter, Jakarta Utara memfasilitasi bagi penyandang disabilitas yang khusus membuat kaki dan tangan palsu.

Yayasan tersebut bernama Sadhu Vaswani. Berawal dari kegiatan sosial pembagian alat bantu berupa kaki dan tangan palsu gratis bagi para difabel sebanyak 500 buah pada tahun 2007 silam di Jakarta. Kegiatan ini pun berlanjut hingga sekarang.

Dikarenakan banyak warga masyarakat penyandang disabilitas yang berkeinginan mempunyai kaki dan tangan palsu. Yayasan yang dicetuskan oleh seorang pendeta Dada J P Vasmani, seorang guru spiritual warga India yang bermukim di Jakarta ini, hampir setiap harinya memproduksi kaki dan tangan palsu bagi para penyandang disabilitas.

Saat AKURAT.CO berkunjung ke Yayasan tersebut pada Jumat (13/4), ada sejumlah pekerja yang sedang mengerjakan pembuatan kaki dan tangan palsu pesanan dari seorang pasien yang kehilangan satu kakinya.

Terlihat para pekerja pun mengerjakan mulai dari penyiapan bahan, membuat pola kaki, mengukir sesuai kaki sang pasien hingga tahap penyelesaian akhir kaki palsu pun siap untuk dipakai pasien.

Dalam sehari yayasan mampu membuat 20 kaki palsu untuk penyandang tuna daksa di seluruh Indonesia.

Yayasan menggratiskan bagi para penyandang disabilitas yang kurang mampu untuk bisa mendapatkan kaki ataupun tangan palsu. Namun lain halnya bagi para penyandang disabilitas yang berkecukupan, kaki dan tangan palsu ini diharuskan mendonasikan sekitar 1,7 juta rupiah. Dimana hasil donasi ini akan disalurkan kembali bagi para penyandang disabilitas yang kurang mampu.

Sri Astuti (40) Salah satu pasien yang mendapatkan kaki palsu dari yayasan ini mengatakan bahwa dirinya kehilangan kakinya sepuluh tahun yang lalu karena harus diamputasi saat mengalami penyempitan pembuluh darah dibagian kaki.

"Sudah sepuluh tahun yang lalu saya kehilangan kaki bagian kanan, karena harus diamputasi" ungkap ibu dua orang anak ini.

Sri Astuti baru bisa datang ke yayasan ini setelah dirinya dibawa oleh tetangganya yang juga donatur dari kaki palsunya.

"Alhamdullilah saya akhirnya bisa mendapatkan kaki palsu dari yayasan ini dan bisa berjalan lagi tanpa harus memakai tongkat. Prosesnya pun cepat, pagi datang siangnya sudah bisa mendapatkan kaki palsunya," ujarnya sambil mencoba kaki palsu. []

AKURAT.CO/Sopian

Apa Tanggapan anda ?



 

 

www.akurat.co

akurat youtube icon akurat gplus icon akurat twitter icon akurat facebook icon Connect