[FOTO ESAI] Mata Palsu untuk Penderita Retinoblastoma

Fotografer Sopian

[FOTO ESAI] Mata Palsu untuk Penderita Retinoblastoma

Mata merupakan indra penglihatan yang sangat penting bagi seorang manusia, dengan mata manusia bisa melihat dunia. Tapi bagaimana jika manusia tidak mempunyai mata dikarenakan penyakit yang sangat berbahaya seperti halnya kanker. Hal inilah yang dirasakan kedua pasangan suami istri Rizwan Ilyasin dan Desy Pujiarsi dimana anak pertama mereka Falisha Sarvia Ilyarsi didiagnosa menderita retinoblastoma (kanker mata) stadium, saat usianya baru beranjak satu bulan.

Buah hati pasangan Rizwan dan Desy ini harus dioperasi untuk mengangkat salah satu matanya dibagian kanan. Usai dioperasi di salah satu rumah sakit di Jakarta, Falisha pun harus kehilangan salah satu matanya. Kedua pasangan ini pun memutuskan untuk melakukan pemberian mata palsu (protesa mata) kepada anak mereka. Namun pemberian mata palsu ini tidak seperti yang diharapakan oleh sang ayah, karena mata palsu pemberian rumah sakit berdampak buruk.

Karena alasan inilah Rizwan mulai mempelajari cara membuat mata palsu dan mendirikan klinik dengan nama Ilyarsi (Okularis) yang beralamat di Kompleks Sarana Indah Permai, Jalan Beringin II Blok C13, Ciputat, Tanggerang Selatan, Provinsi Banten. Hal ini dilakukan agar Falisha mendapatkan mata palsu yang sesuai dengan keinginannya dan mempunyai kualitas mata palsu yang baik.

Di klinik inilah Rizwan mulai membuat mata palsu dengan kualitas bahan yang didatangkan langsung dari Inggris, karena bahan tersebut tidak bisa didapatkan di Indonesia. Berjalannya waktu, keahlian membuat mata palsu pun ia dapatkan dari berbagai pengalaman, salah satunya dari seorang okularis John Pacey-Lowrie yang sudah punya pengalaman 40 tahun membuat mata palsu di Inggris.

Pembuatan mata palsu ini tidaklah mudah, pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengukuran bagian mata pasien yang akan dibuatkan mata palsu, lalu mencetaknya menggunakan bahan khusus dilanjutkan dengan melakukan pemberian bahan yang terlihat seperti retina mata dan dilukis sedemikian rupa hingga nampak seperti mata asli. Tahap finishing mata palsu yang sudah jadi lalu dihaluskan menggunakan mesin penghalus dan pelicin. Kegiatan ini dilakukan Rizwan semata-mata agar para pasien mempunyai mata palsu dengan kualitas baik dan tidak berdampak negatif.

Dari keahlian Rizwan ini, membuat Desy sang istri mulai mencetuskan keinginan membuat kegiatan sosial dengan nama GESTAPA yaitu Gerakan Seribu Mata Palsu. Dimana nantinya GESTAPA ini bisa memberikan mata palsu kepada anak-anak yang kurang mampu umur 0 hingga 10 tahun. Serta bisa mempunyai mata palsu tanpa dikenakan biaya apa pun.

Namun GESTAPA masih dalam tahap pencarian pasien dengan bekerja sama dengan rumah sakit dan juga pencarian donatur, dimana nantinya ada dana yang didapatkan untuk membeli bahan dan peralatan sehingga bisa membantu warga masyarakat mendapatkan mata palsu. []

AKURAT.CO/Sopian

Apa Tanggapan anda ?



 

 

www.akurat.co

akurat youtube icon akurat gplus icon akurat twitter icon akurat facebook icon Connect